- Rakercab MPC Pemuda Pancasila Luwu Timur 2025, Dorong Sinergi Pemuda dan Pemerintah Daerah
- Proyek Peningkatan Jalan di Desa Tarabbi Masih Dalam Proses Pengerjaan, Baru Capai 40 Persen
- Samateruski Bantu Rakyat : Partai Gelora Sulsel Teguhkan Kepemimpinan Solutif di Tiga Zona
- DPRD Lutim dan IKAWAN Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sorowako
- Syahruddin Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Komite UPT SMP Negeri 3 Wasuponda
- Rusdi Layong Warnai Semarak HUT RI ke-80 Bersama Basecamp Al Kahfi, Warga Antusias Ikut Lomba
- Paripurna DPRD Luwu Timur, Fraksi GPR Tegaskan Dukungan untuk APBD 2025
- Sekolah Alam Luwu Timur Kibarkan 80 Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Buntu Sikolong, Tana Toraja
- Sekolah Alam Luwu Timur Rayakan HUT RI ke-80 di Puncak Gunung Sikolong, Tana Toraja
- Rusdi Layong Gelar Reses di Desa Parumpanai, Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Kesehatan
Serangan Israel Tewaskan Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif di Gaza

Keterangan Gambar : Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel di Kota Gaza yang menewaskan jurnalis Anas Al Sharif, Mohammed Qreiqeh, dan tiga jurnalis foto lainnya pada (11/08/025). (Foto: REUTERS/Ebrahim Hajjaj)
Gaza, (Lutim Change)— Seorang jurnalis terkemuka Al Jazeera, Anas Al Sharif, tewas bersama empat rekannya dalam serangan udara Israel di Gaza pada Minggu (10/08/25). Serangan itu memicu kecaman dari jurnalis internasional dan kelompok hak asasi manusia.
Militer Israel mengklaim telah menargetkan Al Sharif karena menuduhnya sebagai pemimpin sel Hamas yang terlibat dalam serangan roket terhadap Israel. “Al Sharif adalah kepala sel Hamas dan bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF,” kata pihak militer dalam pernyataan resmi, mengutip dokumen yang diklaim ditemukan di Gaza sebagai bukti.
Baca Lainnya :
- Trump vs Musk, Proyek Rudal Jatuh ke Tangan Amazon, Tinggalkan SpaceX?0
- Jet Tempur Bangladesh Jatuh di Kampus Dhaka, 25 Anak Tewas0
- Tujuh Negara Bagian AS Ganti Nama (Tepi Barat) Jadi (Judea dan Samaria), Didorong Lobi Zionis0
- Legislator Rusia Desak WhatsApp Angkat Kaki, Berpotensi Masuk Daftar Aplikasi Terlarang0
- 67 Warga Palestina Tewas Ditembak Saat Tunggu Bantuan PBB di Gaza Utara0
Al Jazeera membantah tuduhan tersebut. “Al Jazeera dengan tegas menolak penggambaran pasukan pendudukan Israel terhadap jurnalis kami sebagai teroris dan mengecam penggunaan bukti palsu,” tulis jaringan berita itu dalam pernyataannya. Sebelum kematiannya, Al Sharif juga menegaskan ia tidak memiliki keterkaitan dengan Hamas.
Pejabat Gaza dan Al Jazeera menyebut Al Sharif (28) tewas di sebuah tenda dekat Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza timur. Tiga jurnalis lain, yaitu Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, dan Mohammed Noufal, serta seorang asisten turut menjadi korban. Seorang pejabat rumah sakit menambahkan, dua orang lainnya juga tewas dalam serangan tersebut.
Menyebut Al Sharif sebagai “salah satu jurnalis paling berani di Gaza,” Al Jazeera menilai serangan itu sebagai “upaya putus asa untuk membungkam suara-suara dalam mengantisipasi pendudukan Gaza.”
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengecam pembunuhan ini. “Pola Israel melabeli jurnalis sebagai militan tanpa memberikan bukti yang kredibel menimbulkan pertanyaan serius tentang niat dan penghormatannya terhadap kebebasan pers,” kata Sara Qudah, Direktur CPJ untuk Timur Tengah dan Afrika Utara sebagaimana dikutip kantor berita Reuters, Senin (11/08/25).
Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan berekspresi, Irene Khan, sebelumnya juga memperingatkan ancaman terhadap nyawa Al Sharif. “Klaim Israel terhadapnya tidak berdasar,” ujarnya bulan lalu.
Beberapa menit sebelum kematiannya, Al Sharif menulis di akun X-nya yang memiliki lebih dari 500.000 pengikut, bahwa Israel telah membombardir Kota Gaza secara intensif selama lebih dari dua jam. Dalam sebuah pesan yang disiapkan untuk dipublikasikan jika ia tewas, ia menulis, “…Saya tidak pernah ragu untuk menyampaikan kebenaran apa adanya, tanpa distorsi atau misrepresentasi, berharap Tuhan akan menyaksikan mereka yang tetap diam.”
Kelompok Hamas menyebut pembunuhan tersebut sebagai tanda dimulainya serangan baru Israel. “Pembunuhan jurnalis dan intimidasi terhadap mereka yang tersisa membuka jalan bagi kejahatan besar yang direncanakan pendudukan di Kota Gaza,” kata Hamas dalam pernyataan resmi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya akan melancarkan operasi baru untuk menghancurkan benteng Hamas di Gaza. Al Jazeera menambahkan, “Anas Al Sharif dan rekan-rekannya termasuk di antara suara-suara terakhir yang tersisa di Gaza yang menyampaikan kenyataan tragis ini kepada dunia.”
Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas menyatakan 237 jurnalis telah tewas sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023. CPJ mencatat setidaknya 186 jurnalis menjadi korban jiwa selama konflik berlangsung.
Pewarta : Ismail Samad
Editor : Redaksi
Copyright lutimchange.com 2025











