- Rakercab MPC Pemuda Pancasila Luwu Timur 2025, Dorong Sinergi Pemuda dan Pemerintah Daerah
- Proyek Peningkatan Jalan di Desa Tarabbi Masih Dalam Proses Pengerjaan, Baru Capai 40 Persen
- Samateruski Bantu Rakyat : Partai Gelora Sulsel Teguhkan Kepemimpinan Solutif di Tiga Zona
- DPRD Lutim dan IKAWAN Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sorowako
- Syahruddin Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Komite UPT SMP Negeri 3 Wasuponda
- Rusdi Layong Warnai Semarak HUT RI ke-80 Bersama Basecamp Al Kahfi, Warga Antusias Ikut Lomba
- Paripurna DPRD Luwu Timur, Fraksi GPR Tegaskan Dukungan untuk APBD 2025
- Sekolah Alam Luwu Timur Kibarkan 80 Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Buntu Sikolong, Tana Toraja
- Sekolah Alam Luwu Timur Rayakan HUT RI ke-80 di Puncak Gunung Sikolong, Tana Toraja
- Rusdi Layong Gelar Reses di Desa Parumpanai, Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Kesehatan
Mantan Penasihat Pentagon: Persediaan Rudal AS Hanya Cukup untuk Perang 8 Hari

Keterangan Gambar : Mantan penasihat Pentagon, Douglas Macgregor, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat kini menghadapi krisis serius dalam persediaan militernya. (Foto: Dok. Istimewa)
AS, (Lutim Change)– Mantan penasihat Pentagon, Douglas Macgregor, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat kini menghadapi krisis serius dalam persediaan militernya. Berdasarkan informasi dari sumber internal Pentagon, Macgregor memperingatkan bahwa jika tren pengiriman senjata besar-besaran ke Ukraina dan rezim Zionis terus berlanjut, persediaan rudal Washington hanya akan cukup untuk delapan hari perang konvensional. Setelah itu, ia menyebut AS "harus menggunakan opsi nuklir".
Macgregor menambahkan bahwa ia meragukan Presiden Donald Trump mengetahui kondisi kritis ini, dan mendesak agar Presiden segera diberi informasi tentang situasi persenjataan nasional yang mengkhawatirkan ini.
Baca Lainnya :
- UNICEF Umumkan Jumlah Anak Yang Tewas di Tangan Rezim Bengis Zionis Israel Setiap Harinya0
- Perlawanan Imam Husein ke Yazid bin Muawiyah dan Prestasi yang Dicapai Gerakan Ini Bagi Umat Islam0
- Presiden Prabowo dan Presiden Brazil Sepakat dukung Palestina Menjadi anggota penuh PBB0
- Apa yang Dikhawatirkan Amerika terhadap BRICS?0
Di saat yang sama, Pentagon tengah diguncang isu keamanan dan perpecahan internal. Jaringan Garda Nasional AS dilaporkan diretas oleh kelompok yang diduga berasal dari Tiongkok, dengan akses terhadap informasi militer sensitif. Selain itu, serangkaian pengunduran diri dan pemecatan pejabat senior Departemen Pertahanan, termasuk Justin Fulcher dan beberapa penasihat lainnya, menunjukkan ketidakstabilan di jajaran kepemimpinan Pentagon.
Dalam perkembangan lain, AS meluncurkan drone bunuh diri baru bernama "LUCAS", yang desainnya sangat mirip dengan drone Shahed-136 buatan Iran. Drone ini menjadi sorotan setelah kritik dari Trump terhadap biaya produksi drone AS yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan efektivitasnya.
Para analis menilai, Washington kini berada di persimpangan sulit: mengurangi komitmen militer global atau meningkatkan anggaran pertahanan secara drastis—keduanya berisiko tinggi secara ekonomi dan geopolitik.
Pewarta : Ismail Samad
Editor : Redaksi
Copyright lutimchange.com 2025











